KPM
atau kuliah pengabdian masyarakat merupakan proses yang harus saya jalani. 19
Januari
2022 merupakan awal kami mengukir kisah di kampung Sidomulyo Kecamatan Bangun
Rejo Lampung Tengah. Kampung sidomulyo sendiri merupakan kampong yang merupakan
kampung pintar(Smart Villag), kampung pintar sendiri mengusung konsep
digitalisasi, jadi segala proses pembuatan surat dan apapun itu masyarakat
kampung ketika maumebuat suatu surat enyurat, izin, bahkan untuk mendapatkan informasi
lewat website yang dikelola oleh
aparatur kampung.
Disini awal kami bertemu dan bekerja sama demi terwujudnya konsep pengabdian yang telah diamanahkan kepada kami. Bukan hanya menyatukan 14 mahasiswa yang berbeda fakultas maupun jurusan yang menjadi tantangan tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan baru, kebiasaan masyarakat yang berada di kampung Sidomulyo. Saya dan seluruh rekan-rekan bersama mencurahkan apa yang telah kami dapatkan untuk di tulakan kepada masyarakat, bukan hanya mengenai jurusan kami masing-masing tapi juga bakat atau keahlian yang didapat diaarkan kepada masyarakat. Banyak sekali kisah pelajaran yang saya dapatkan selama 40 hari saya melaksanakan KPM, mulai dari belajar menerima perbedaan,menghargai pendapat, dan menjalin komunikasi yang baik antara rekan kelompok, bahkan juga dengan masyarakatnya.
Mata pencarian masyarakat di kampung sidomulyo
rata-rata sebagai petani, antaralain kakau, padi, jagung, jahe, karet, dan
sawit. Yah memang tanah disini masih cukup uas untuk dikelola sebagai lahan
pertanian dan perkebuanan dkarenakan belum terlampau padatnya penduduk yang
ada. Banyak juga masyarakat selain mengola lahan yang dimilikinya juga
memeliahara hewan ternak seperi sapi dan kambing, sembri berangkat ke sawah dan
ladang untuk merawat tanaman, dan ketika pulang dari lahan yang dikelola
membawa rumput yang diikat diblakang kendaraannya hal itulah yang menjadi
pemandanganku setiap siang sehabis pualng dari kegiatan dilingkugan, baik
kunjungan ke Industri rumah tangga, ataupun membantu mengajar disekolah.
Selain lahanya yng luas di kampung ini terdapat sungai
yang masih asri, sengkali diwaktu senggang terutama dihari sabtu sore, dan
minggu sore saya bersama anak-anak mancing di salah satu sungai disana, yah
lumayan hasilnya bias mengurangi pengeluaran disana he..he.., dikarenakan hal
tersebut aku smakin akrab dengan warga disana, bahkan pernah suatu ketika saya
memancig disana hanya dapat sedikit, dan kebetulan waktu pulang berpapasan
dengan pemuda desa yang juga habis pulang memancing juga, mas Ansa dan Mas
Parman masih igat betul nama mereka. Dikarenakan melihat tagkapan ikan ku yang
hanya betik ukuran 3 jari, 2 buah mereka kemudian mengajak ku mampir kerumah
Mas parman untuk ikut makan ikan hasil tangkapan mereka. Tanpa banyak basa-basi
ahirnya aku ikut mereka dan ahirnya megolah ikan tersebut dengan cara digoreng..
Selama
40 hari kami berada di kampung yang memiliki letak geografis dibawah kaki bukit
barisan yang mememiliki nuansa indah pemandangan, yang paling teringiang senja
di pinggir desa dimana saya bisa melihat betapa terhampar luasnya sawah warga
yang hijau dan berkolaborasi dengan cahaya mentari sore, serta pemandangan
jajaran bukit barisan yang menjadikan nuansa senja lebih indah. Selain
pemandangan yang indah, keramahan warga masyarakat kampung Sidomulyo juga
menjadi hal yang saya rindukan.
Selain letak geografis yang pas untuk menam berbagai
macam tumbuhan, disini juga banyak sekalai usaha-usaha kecil seperti pembuatan
kripik tempe, selei pisang, marning, klanting, aneka kue tradisional, dan roti.
Ada yang membuat berbagai macam makn tersebut untuk mengi kekosongan
disela-sela sibuknya mengurus lahan, ada pula yang berfokus hal tersebt sebagai
mata pencarian utama masyarakat.
Trimakasih masyarakat kampung sidomulyo dan rekan-rekan
KPM yang telah menjadi bagian dalam kisah perjalan hidup saya, ini
merupakn
sepenggal kisah yang tak kan saya lupakan disela sela padatnya kegitan rutinitas yang kami
jalani dan akan menjadi kenangan yang akan saya ceritakan
kegenerasi selanjutnya. Semangat rekan-rekan KPM, dan masyarakat kampung
Sidomulyo saya ucapkan trimakasih atas kenangan yang telah terukir dalam benak
ini, kisah 40 hari yang tak kan terlupa.
Penulis: Bang Pur
Mudah" Han ilmu yg telah di ajarkan dapat bermanfaat bagi orang banyak
BalasHapusPosting Komentar