
Jodoh merupakan sesuatu yang tidak dapat
diketahui manusia, dengan siapa, bertemu dimana, dan seperti apa cara bertemunya
itu merupakan rahasia tuhan dan hanya diketahui
ketika sudah terjadi. Banyak orang berkata jodoh itu bagaikan cerminan diri sediri, tapi semua
itu apa benar? Terlepas semua benar atau tidak itu sesuai dengan persepsi, ada
yang menyebutnya cerminan dalam struktur wajah, cerminan dalam tingkah laku. Semua
itu hanya pendapat yang tak bisa dibantahkan dikarenanaan dasar pemikiran
manusia yang berbeda-beda, lingkugan yang berbeda jadi membuat pola pikir yag
berbeda pula. Cermin merupakan suatau alat yang dapat memantulkan bayangan, ada
berbagai jenis cermin mulai, cembung, cekung, datar, banyangan yang dipantukan pun
bebeda setia cermin yang digunakan
Disini penulis hanya ingin mengatakan
banyak sekali contoh jodoh itu tak sesui, kenapa dia baik dapat yang tidak baik,
coba ingat kembali Istri Nabi Nuh AS, Istri Nabi Luth AS dimana mereka
merupakan istri Nabi yang durhaka. Hal
tersebut tercantukan dalam Al-Qur’an Sebagai landasan saya hidup. Atau Istri
Firaun yang solehah yang dijamin masuk surga. Kenapa bias begitu? Yah menurut
penulis sendiri itu merupaka contoh dari jodoh cerminan diri sendiri.
Yah coba ambil cermin lalu bererminlah,
pakai cermin yang biasa kalaian pakak sebelum pergi, copa pegang telinga
sebelah kanan? Apayang terjadi? Bayangan seperti pegang telinga kiri bukan? Seperti
itulah jodoh berbeda, tapi bukankah perbedaan itu indah? Bayangan saja ketika
hidup dalam berumah tangga dan tidak ada sedikit perbedaan didalamya, hasilnya
tidak ada warna-warni keindahan hanya warna indah satu dua warna.
Dari sini dapat di ambil kesimpulan bahwa
jodoh merupakan pelengkap, bukan pemanis hidup,dimana dua insane yang saling
melegkapi kekurangan menikmati pahit manisnya hidup berdua, saling menguatkan,
mengapa bukan pemanis? Karena tak selamnya kehidupan selalau manis, ada asam,
pahit, getir nya juga. Yah makanay penulis berpendapat jodoh itu memeiliki karateristik
yang berbeda tetapi saling melengkapi, menutupi kekurangan masing-masing dimana
si cerwwet dengan di pendiam, sipendiam dengan si cerewet, si ceroboh dengan si
teliti, dan sebaiknya.
Bagaimana
jika dalam lingkup rumah tangga selalu berbeda pendapat, mulai dari cara mendidik
anak, persepsi terhadap sesuatu. Yah ituhal yang wajar didalam rumah tangga dikarenakan
perbedaan lingkungan dimana sepasang insan yang telah dipertemukan dan
disatukan dalam ikatan cintaitu dibesarkan. Ketika sepasang insan tersebut
dapat memaklumi satu sama lain keharmonsan rumah tangga yang akan tercapai.
Pacaran,kata
yang sering disebutkan atau dilontarkan oleh kaula muda zaman sekarang, bahkan
banyak sekali kata-kata mengenai pacaran itu sendiri, mulai dari Apel, LDR,
Kencan, Gosting, DLL. Yah itu merupakan salah satu bentuk pengungkapan sebuah
rasa yang berwujud sebuah kata. Pacaran memiliki sebuah makana pengenalan
antara dua insan sebelum melangkah kejenjang yang lebih tinggi, bahkan ada
sebuah istilah pelamianan merupakan puncak tertinggi dalam hubungan asmara.
Menurut
blog yang pernah saya baca pacaran konon merupakan adat melayu, dimana zaman dulu
seorang pemud a yang jatuh cinta dengan salah satu pemudi akan mendatangi rumah peudi tersebut
dan akan berpantun atau memainkan seruling, dihadapan bapak sang pujaan hati
Gentel bukan? Selanjunya ketika perhatian sudah didapatkan dipanggilah pemuda
tersebut masuk kedalam rumah untuk dipertemukan dngan gadis dambaannya, ketika
sang gadis juga setuju maka bapak si gadis akan memberikan tanda di tangangan
mereka menggunakan daun pacar agar menandakan mereka berdua sedang menuju tahap
lamaran, dan pemuda tersebut di beri tenggang waktu untuk melanjutkan kejenjang
berikutnya. Ketika itu pemuda tidak sanggup untuk melamar gadis tersebut, ia
hars merelakan gadis yang ia dambakan berpacaran dengan pemuda lain. Gimana
pemuda berani tidak datang kepada orangtua si gadis untuk meminta izin berkenalan
pada gadis tersebut?
Menurut
saya pacaran merupakan tahap dimana seseirang menutupi seluruh kebroanya hanya
untuk meyakinkan sicalon pasangan. Makanya banya sekali diantara kita yang baru
mengetahu keburukan pasangan saat sudah menjain ikatan cinta. Jadi mau gak mau
kita harus berlapang dada karena ia merupakan jodoh yang telah ditakdirkan.
Mungkin ini hanya sedikit pemikiran yang
dapat saya tuangkan dalam bentuk tulisan, sekian dari saya mudah mudahan
pemikiranyang tertuang dalam tulisan dapat bermanfaat sekiaan
Wassalamualaikm Warahmatullahhi Wabarakatuh
Terus berkarya
BalasHapusSemangat
BalasHapusPosting Komentar