Menjadi
mahasiswa dimata para remaja adalah sebuah kebanggaan, apalagi bagi para orang
tua. Itu merupakan pandangan umum yang ada ketika awal memasuki dunia
perkuliahan. Setelah masuk ke dalamnya, kamu akan mulai menjalani hidup
sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya, yang sebenarnya yang sesuai dengan keinginanmu. Mahasiswa harus begini dan
begitu. Begitulah gumam mereka dan nyatanya perlahan akan membentuk seorang
remaja menjadi mahasiswa.
Lantas mahasiswa seperti
apa si benar itu? Dan apa Tugas mahasiswa apa hanya menjadi pendengar setia
kala teman presentasi, kala dosen menyampaikan materi?Tugas sebagai mahasiswa
adalah sebagai agen perubahan, sosial kontrol, dan merupakan agen penerus
perjuangan nantinya. yah itu merupakan gambaran tugas sebagai
mahasiswa.
Mengapa lebel tersebut
tersemat di mahasiswa? Tentunya bukan sembarang ambil alasan, status mahasiswa yang merupakan
derajat tertinggi murid dalam pendidikan negeri ini adalah bukti kuat. Mereka
yang seringkali melakukan penelitian dan menghasilkan temuan. Banyak dari
mahasiswa melanglang buana ke luar negeri untuk mengikuti kejuaran atau menjadi
wakil ibu pertiwi. Prestasi, mahasiswa adalah lumbungnya. Mahasiswa juga dituntut bisa melakukan segalanya
oleh masyarkat disekitarnya, apa lagi seorang mahasiswa yang berasal dari desa.
Masyarakat desa memandang sosok yang miliki gelar adalah sosok yang cerdas yang
serba bisa tanpa melihat setatus apa gelar yang deperoleh mahasiswa tersebut.
Dari hal tersebut penulis
memberikan gambaran betapa pentingnya kita sebagai mahasiswa bukan hanya
belajar jurusan yang kita ambil saja tetapi gali kemampuan diri, dengan
mengikuti berbagai organisasi baik intra maupaun ekstra, atau sering ikut
pelatiahan-pelatihan dimana didalamnya kita bisa belajar berbagai hal yang kita
suka.
Dalam hal ini mahasiswa
juga dituntut peka akan permasalahan yang terjadi dimasyarakat, dan memberikan
solusi akan masalah tersebut. Tapi dalam hal ini yang menjadi kendala adalah
apakah beda golongan tidak boleh tergabung dalam barisan masa aksi? sebagai
contoh ketika ada aliansi mahasiswa untuk menuntut pemerintah terhadap kenaikan
BBM, PPN banyak sekali sekolah yang tiba-tiba melakukan pembelajaran luring,.
bahakan dalam demo tersebut banyak pelajar yang ikut akan tetapi malah diusir,
padahal mereka juga ingin menyampaikan aspirasi.
Jika yang ditakutkan aksi
tersebut akan berubah anarkis, tidak kondusif itu bisa diantisipasi selama kita
tidak terpofokasi. Kalau yang ditakutkan adalah ketidak pahaman pelajar akan
masalah yang menjadi tuntutan bukannya tugas kita memberikan pemahaman. Karna
persatuan guna tercapainya sebuah tujuan itu perlu dilakukan.
Ahir kata identitas mungkin
manjadi hal yang diperlukan, tapi jika identitas tersebut membuat sekat antara
mahasiswa dan masyarakat apa itu diperlukan? Hidup Mahasiswa....! Hidup
Indonesia...! Hidup Perempuan Indonesia...!
Penulis : Bang Pur
Susah susah gampang jadi mahasiswa
ردحذفإرسال تعليق