PEJUANG DISUDUT NEGARA

            Indonesia merupakan negara yang mempunyai wilayah laut dan daratan yang luas dengan potensi yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik dan benar. Banyak orang sudah tahu bahwa luas laut Indonesia adalah 70% dari luas wilayahnya. Indonesia juga memiliki 17.504 pulau dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Data Asian Development tahun 2009 menunjukkan bahwa wilayah pesisir Indonesia adalah rumah bagi ribuan spesies lautDengan wilayah Indonesia yang begitu luas maka tak heran profesi petani dan nelayan menjadi profesi kultural.

 Petani dan nelayan merupakan sosok yang perlu kita telisik lebih dalam, banyak sekali masyarakaat yang meremehkan profesi ini. Mereka menganggap remeh profesi ini tanpa tahu betapa pentingnya profesi ini dalam kehidupan. Profesi ini dianggap  jorok dan miskin. Citra petani dan nelayan yang tampak kotor dan miskin didasari oleh tidak adanya bukti kuat yang mengatakan bahwa profesi ini menjanjikan. Bukan berarti seluruh petani dan nelayan itu miskin. Namun, kebanyakan ekonomi petani dan nelayan masih termasuk kelas menengah ke bawah.

Agen fo development pantas disematkan untuk kedua profesi ini, karena merupakan sektor yang bagi saya cukup pentuk untuk menunjang perekonomian negara. Dikarenakan segala sumber kehidupan berasal dari kedua profesi ini. Akan tetapi pemerintah kurang medukung kemajuan petani dan nelayan.

Kesenjangan pembagian keuntungan yang didapat antara mereka dengan distributor, petani dan nelayan yang paling banyak dirugikan. Hasil yang didapat tidak sebanding dengan resiko yang dialami. Kondisi demikian yang menyebabkan pekerjaan sebagai petani dan nelayan tampaknya tidak menjanjikan. Untuk itu, diperlukan sarana yang mampu memotong rantai perniagaan yang cukup panjang untuk komoditas pertanian dan perikanan.

Sebenarnya nelayan dan petani hanya membutuhkan ketersediaan alat penunjang yang mudah didapat, dengan penjualan hasil mudah dan sesuai dengan modal yang mereka keluarkan. Saya ambil contoh di desa saya sendiri untuk petani mendapatkan pupuk lewat kelompok tani harus mengelurkan Rp. 125.000 itupun belum tentu tersedia barangnya. Setelah panen harga merosot parah, jika diprentase kemungkinan keuntunan yang didapat hanya sekitar 2%-5% itu tanpa dihitung upah untuk pengelolaan lahan untuk, memupuk, mencaput rumput, dll. Dan keuntungan tersebut digunakan untuk kehidupan sampai masa panen tiba lagi.

Yah mudah-mudahan pihak terkait dapat mengkoscek lagi apa yang diinginkan petani dan nelayan dikarenakan ketika mereka mogok kerja runtuhlah negara. Semangat terus para pejuang sudut negara.

Penulis. Bang Pur

#petaniindonesia #nelayanindonesia #jayaindonesia #nkrihargamati

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama